-
UPACARA HUT RI KE 80 TAHUN
Upacara Hari Kemerdekaan Indonesia ke 80 Tahun yang di laksanakan oleh Yayasan Al Manar yang terdiri dari satuan pendidikan Pondok Pesantren, Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, dan Madrasah Aliyah Al Manar.
-
WASANAWARSA KE XXXVIII TAHUN 2025
MTs Al Manar Tahun Ajaran 2024/2025 telah meluluskan Siswa-siswi berjumlah 51 orang, semoga sukses di masa depan
-
HARI JADI PRAMUKA KE 64 TH
Upacara Hari Kemerdekaan Indonesia ke 80 Tahun yang di laksanakan oleh Yayasan Al Manar yang terdiri dari satuan pendidikan Pondok Pesantren, Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, dan Madrasah Aliyah Al Manar
-
Halal bi Halal Guru dan Karyawan
Halal bi halal Guru dan Karyawan MTs Al Manar Tengaran.
-
Hari Lahir (HARLAH) Madrasah Ke-39
Seluruh siswa mengikuti kegiatan Harlah madrasah yang di lakukan selama 2 hari, salah satunya adalah pawai taaruf madrasah.
ASESMEN SUMATIF AKHIR SEMESTER (ASAS) GASAL
Berikut penjelasan lengkap tentang Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) Gasal yang dapat Anda gunakan untuk materi, laporan, pedoman, atau pengantar kegiatan asesmen di madrasah:
ASESMEN SUMATIF AKHIR SEMESTER GASAL
(Pengertian, Tujuan, Bentuk, dan Pelaksanaan)
1. Pengertian
Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) Gasal adalah penilaian yang dilaksanakan pada akhir semester pertama (Ganjil/Gasal) untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran selama satu semester.
Asesmen ini mencakup pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman konsep terhadap materi yang telah dipelajari.
2. Tujuan ASAS Gasal
-
Mengukur pencapaian tujuan pembelajaran di akhir semester.
-
Mengetahui penguasaan kompetensi minimal oleh peserta didik.
-
Menjadi dasar pengisian nilai raport semester.
-
Mengevaluasi proses pembelajaran yang telah berlangsung.
-
Memberikan umpan balik bagi guru, peserta didik, dan madrasah.
3. Fungsi Asesmen Sumatif Akhir Semester
-
Mengukur kemampuan akhir peserta didik dalam satu semester.
-
Menentukan capaian belajar dan ketuntasan minimal.
-
Mengidentifikasi kebutuhan remedial dan pengayaan.
-
Bahan evaluasi guru untuk memperbaiki strategi pembelajaran di semester berikutnya.
4. Bentuk Asesmen
ASAS Gasal dapat berupa:
A. Bentuk Tes Tertulis
-
Pilihan ganda
-
Pilihan ganda kompleks
-
Menjodohkan
-
Isian singkat
-
Uraian/Esai
B. Bentuk Non-Tes
-
Penilaian praktik
-
Portofolio
-
Proyek
-
Kinerja (performance)
Guru dapat memilih bentuk tes sesuai karakteristik mata pelajaran.
5. Ruang Lingkup Materi
Materi asesmen mencakup:
-
Kompetensi yang telah dipelajari dari awal sampai akhir semester gasal.
-
Materi esensial (prioritas) sesuai Capaian Pembelajaran atau KI-KD.
-
Level kognitif bervariasi (Mudah – Sedang – Sulit – Sangat Sulit).
6. Prinsip Pelaksanaan ASAS
-
Objektif – nilai diberikan sesuai capaian, bukan faktor non-akademik.
-
Transparan – informasi asesmen disampaikan kepada siswa sebelumnya.
-
Adil dan tidak diskriminatif.
-
Menyeluruh – mencakup berbagai aspek kompetensi.
-
Berorientasi pada perbaikan pembelajaran.
7. Prosedur Pelaksanaan
Biasanya mencakup:
-
Penyusunan kisi-kisi soal
-
Pembuatan soal dan kunci jawaban
-
Pemeriksaan dan validasi soal
-
Pelaksanaan asesmen di kelas
-
Penilaian hasil kerja siswa
-
Analisis hasil asesmen (daya beda, tingkat kesulitan, reliabilitas)
-
Remedial bagi yang belum tuntas
-
Pengolahan nilai dan pelaporan dalam raport
8. Hasil dan Tindak Lanjut
-
Peserta didik yang belum tuntas mengikuti remedial.
-
Guru menggunakan hasil asesmen untuk memperbaiki pembelajaran.
-
Madrasah menilai efektivitas pembelajaran di semester berjalan.
HARI GURU NASIONAL 2025
Berikut ESENSI dan MAKNA HARI GURU NASIONAL yang dapat digunakan untuk sambutan, pidato, laporan kegiatan, atau materi pembelajaran di madrasah:
ESENSI DAN MAKNA HARI GURU NASIONAL
1. Menghargai Peran dan Jasa Guru
Hari Guru Nasional menjadi momentum untuk menghormati dan mengapresiasi peran guru sebagai pendidik, pembimbing, pengarah, dan teladan bagi peserta didik. Guru adalah pilar utama dalam pembentukan karakter dan masa depan bangsa.
2. Menguatkan Martabat dan Profesionalisme Guru
Esensi peringatan ini adalah meneguhkan kembali komitmen guru untuk terus meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan integritas sehingga mampu memberikan layanan pendidikan yang bermutu.
3. Menegaskan Pentingnya Pendidikan bagi Kemajuan Bangsa
Hari Guru mengingatkan seluruh masyarakat bahwa keberhasilan pendidikan sangat ditentukan oleh kualitas guru. Tanpa guru yang berkompeten dan berdedikasi, sulit bagi bangsa untuk mencetak generasi unggul.
4. Menumbuhkan Rasa Syukur dan Terima Kasih
Makna Hari Guru juga mengajarkan nilai keikhlasan dan kesyukuran atas pengabdian guru yang telah mengorbankan waktu, tenaga, dan pemikiran untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
5. Menjadikan Guru sebagai Sumber Inspirasi
Guru bukan hanya penyampai ilmu, tetapi juga sosok yang menginspirasi—memberikan motivasi, nilai moral, dan sikap positif kepada siswa agar memiliki karakter yang kuat dan berakhlak mulia.
6. Mengingatkan Kembali Peran Strategis Guru dalam Pembinaan Karakter
Esensi Hari Guru adalah mempertegas kembali bahwa guru memegang peran penting dalam pendidikan karakter, pembentukan moral, dan penanaman nilai-nilai luhur di tengah tantangan zaman.
7. Mendorong Kolaborasi antara Sekolah, Orang Tua, dan Masyarakat
Makna Hari Guru juga mengajak semua pihak untuk bersinergi dalam mendukung guru—baik dalam fasilitas, lingkungan belajar, maupun penghargaan sosial.
8. Memotivasi Guru dan Siswa untuk Terus Berkarya
Hari Guru menjadi momen refleksi bagi guru untuk terus berinovasi, dan bagi siswa untuk semakin menghargai proses belajar serta menjadikan guru sebagai mitra dalam meraih prestasi.
HARI PAHLAWAN NASIONAL
Berikut ESENSI HARI PAHLAWAN NASIONAL yang dapat digunakan untuk materi sambutan, pidato, kegiatan madrasah, atau pembelajaran:
ESENSI HARI PAHLAWAN NASIONAL
1. Menghargai Jasa dan Pengorbanan Para Pahlawan
Hari Pahlawan mengingatkan kita pada perjuangan para pahlawan bangsa yang rela berkorban jiwa, raga, dan harta demi kemerdekaan Indonesia. Makna ini menjadi dasar untuk selalu memuliakan jasa mereka.
2. Menumbuhkan Semangat Nasionalisme
Esensi utama Hari Pahlawan adalah menanamkan cinta tanah air serta kesadaran akan pentingnya mempertahankan persatuan dan kedaulatan bangsa, terutama di tengah berbagai tantangan zaman.
3. Meneladani Nilai Perjuangan
Para pahlawan mewariskan nilai-nilai luhur seperti keberanian, kejujuran, pengorbanan, pantang menyerah, dan persatuan. Nilai ini relevan bagi generasi masa kini sebagai pedoman dalam kehidupan.
4. Menguatkan Rasa Persatuan dan Kesatuan
Hari Pahlawan mengajak seluruh bangsa Indonesia untuk mengesampingkan perbedaan dan mengutamakan kebersamaan demi masa depan bangsa.
5. Membangkitkan Kesadaran Sejarah
Memperingati Hari Pahlawan menumbuhkan kesadaran bahwa kemerdekaan tidak datang begitu saja, tetapi melalui proses panjang, penderitaan, dan perjuangan. Hal ini penting agar generasi sekarang tidak melupakan sejarah bangsanya.
6. Memperkuat Karakter Bangsa
Esensi Hari Pahlawan adalah membangun karakter bangsa yang berintegritas, disiplin, tangguh, dan peduli terhadap sesama—nilai-nilai yang juga diajarkan dalam pendidikan karakter di madrasah.
7. Mengajak Generasi Muda untuk Berkontribusi
Makna kepahlawanan kini tidak lagi hanya berperang mengangkat senjata, tetapi berkontribusi melalui prestasi, inovasi, akhlak mulia, dan pengabdian di bidang masing-masing.
8. Mendorong Semangat Bela Negara
Hari Pahlawan menjadi momentum untuk menguatkan semangat bela negara melalui perilaku disiplin, cinta tanah air, menaati aturan, serta menjaga keharmonisan sosial.
LATIHAN DASAR KEPEMPIMINAN SEKOLAH (LDKS)
PENGURUS OSIS TAHUN AJARAN 2025/2026
LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN (LDK)
BAGI PENGURUS OSIS MADRASAH
1. Pengertian LDK
Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) adalah kegiatan pembinaan dan pelatihan yang diberikan kepada calon atau pengurus OSIS untuk membentuk karakter kepemimpinan, kedisiplinan, kerja sama, dan kemampuan manajerial agar mampu melaksanakan tugas organisasi dengan baik.
2. Tujuan LDK OSIS Madrasah
-
Membentuk jiwa kepemimpinan pada pengurus OSIS.
-
Melatih kemampuan komunikasi, koordinasi, dan tanggung jawab.
-
Menumbuhkan kedisiplinan dan etos kerja dalam organisasi.
-
Membekali keterampilan mengelola program kerja OSIS.
-
Menanamkan nilai-nilai karakter seperti integritas, kerjasama, dan keteladanan.
-
Membangun rasa percaya diri dan kreativitas dalam memimpin kegiatan.
-
Mempersiapkan pengurus OSIS agar mampu menjadi contoh bagi siswa lain.
3. Manfaat LDK bagi Pengurus OSIS
A. Bagi Siswa/Pengurus OSIS
-
Mendapat pengalaman kepemimpinan nyata.
-
Mampu menyusun dan menjalankan program kerja OSIS.
-
Meningkatkan kemampuan public speaking dan problem solving.
-
Lebih percaya diri, disiplin, dan bertanggung jawab.
-
Mengembangkan kemampuan bekerja dalam tim.
-
Mampu menghadapi tantangan dan mengambil keputusan dengan bijak.
B. Bagi Madrasah
-
Terbentuk pengurus OSIS yang berkualitas dan profesional.
-
Kegiatan siswa lebih terarah dan tertib.
-
Mendukung tercapainya budaya madrasah yang unggul, disiplin, dan berkarakter.
-
Menjadi sarana pembinaan generasi muda yang berintegritas.
4. Materi Pelatihan LDK OSIS Madrasah
Berikut materi yang biasanya diberikan dalam kegiatan LDK:
A. Materi Wajib Kepemimpinan
-
Konsep Kepemimpinan Islami
-
Tugas dan Tanggung Jawab Pengurus OSIS
-
Etika dan Karakter Pemimpin
-
Komunikasi Efektif
-
Public Speaking
-
Manajemen Konflik
-
Kerjasama dan Team Building
B. Materi Organisasi
-
Struktur dan Fungsi OSIS/Madrasah
-
Perencanaan Program Kerja
-
Administrasi dan Tata Naskah Organisasi
-
Manajemen Rapat (Notulensi & Tata Rapat)
-
Manajemen Event (perencanaan, pelaksanaan, evaluasi)
C. Materi Penunjang
-
Kedisiplinan dan Tata Tertib
-
Pembentukan Mental & Motivasi
-
Pelatihan Baris Berbaris (PBB)
-
Outbound / Fun Game Leadership
-
Pembiasaan Akhlak Mulia dan Adab Kepemimpinan
5. Contoh Susunan Acara LDK OSIS
-
Pembukaan dan Sambutan
-
Pre-Test
-
Materi Kepemimpinan
-
Ice Breaking & Team Building
-
Materi Organisasi OSIS
-
Praktik Rapat Program Kerja
-
Latihan Komunikasi dan Public Speaking
-
Renungan & Penguatan Karakter
-
Outbound / Game Leadership
-
Post-Test & Evaluasi
-
Penutupan
6. Output/Harapan Setelah LDK
Pengurus OSIS diharapkan:
-
Mampu memimpin kegiatan madrasah.
-
Memiliki tanggung jawab tinggi dan etika yang baik.
-
Menghasilkan program kerja yang kreatif, efektif, dan realistis.
-
Menjadi teladan bagi seluruh siswa dalam disiplin, akhlak, dan prestasi.
SUMBER: CHATGPT
SUMPAH PEMUDA
Berikut makna Sumpah Pemuda bagi pelajar dan pendidik yang bisa digunakan untuk tugas, pidato, materi upacara, atau laporan kegiatan:
MAKNA SUMPAH PEMUDA BAGI PELAJAR DAN PENDIDIK
A. Makna Sumpah Pemuda bagi Pelajar
-
Menumbuhkan Rasa Cinta Tanah Air
Pelajar diharapkan bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia dan berperan aktif menjaga lingkungan sekolah serta masyarakat. -
Memperkuat Identitas Nasional
Pelajar memahami bahwa persatuan bangsa lebih penting daripada perbedaan suku, agama, bahasa, atau budaya. -
Mendorong Semangat Belajar
Sumpah Pemuda mengajarkan bahwa generasi muda harus terus meningkatkan pengetahuan dan prestasi sebagai bentuk kontribusi untuk bangsa. -
Menanamkan Sikap Toleransi dan Kebersamaan
Pelajar belajar bekerja sama tanpa membedakan latar belakang teman-teman mereka. -
Membentuk Karakter Tangguh
Pelajar diharapkan memiliki jiwa pantang menyerah sebagaimana para pemuda 1928 yang memperjuangkan persatuan. -
Menguatkan Penggunaan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar
Pelajar menjunjung bahasa persatuan sebagai sarana komunikasi dan pembelajaran.
B. Makna Sumpah Pemuda bagi Pendidik (Guru)
-
Menjadi Teladan dalam Menanamkan Nilai Kebangsaan
Guru berperan menanamkan rasa cinta tanah air, persatuan, dan nasionalisme kepada siswa. -
Membangun Pendidikan yang Inklusif dan Berkarakter
Pendidik mempraktikkan toleransi dan menghargai keberagaman dalam kegiatan belajar mengajar. -
Menguatkan Penggunaan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Pengantar Pendidikan
Guru menjadi contoh dalam berbahasa Indonesia yang baik dan benar. -
Mendorong Kolaborasi dan Sinergi Antar Guru
Semangat persatuan menjadi dasar dalam bekerja sama menciptakan pembelajaran yang bermutu. -
Memotivasi Peserta Didik Agar Berprestasi
Guru membimbing siswa untuk memiliki semangat juang dan menjadi generasi penerus yang unggul. -
Menjalankan Peran sebagai Pembentuk Karakter Bangsa
Pendidik bukan hanya mengajar pengetahuan tetapi juga membangun karakter siswa sesuai nilai cinta tanah air, disiplin, integritas, dan persatuan.
IN HOUSE TRAINING (IHT)
Berikut tujuan dan manfaat In House Training (IHT) bagi Guru Madrasah yang dapat Anda gunakan untuk laporan, proposal, atau paparan resmi:
IN HOUSE TRAINING (IHT) – TUJUAN & MANFAAT BAGI GURU MADRASAH
A. Tujuan In House Training (IHT)
-
Meningkatkan Kompetensi Guru
Membekali guru dengan pengetahuan, keterampilan, dan pembaruan informasi terkait kurikulum, strategi pembelajaran, serta teknologi pendidikan. -
Menyeragamkan Pemahaman Kurikulum
Agar seluruh guru memiliki pemahaman yang sama terkait implementasi Kurikulum Merdeka / KMA 183–184 / Kurikulum Madrasah sesuai kondisi madrasah. -
Mengembangkan Profesionalisme Guru
Sebagai bagian dari Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) untuk peningkatan kualitas layanan pembelajaran. -
Memperbaiki Kualitas Pembelajaran
Membantu guru menyusun perangkat pembelajaran yang efektif: ATP, modul ajar, RPP, asesmen, media, dan bahan ajar. -
Meningkatkan Kinerja Madrasah
IHT menjadi strategi internal untuk meningkatkan mutu pendidikan dan pencapaian 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP). -
Membangun Budaya Kerja Kolaboratif
Mendorong kolaborasi antar guru untuk berdiskusi, berbagi praktik baik, dan memecahkan masalah pembelajaran. -
Mempersiapkan Guru Menghadapi Tantangan Baru
Melatih guru untuk adaptif terhadap perkembangan teknologi, digitalisasi pembelajaran, serta perubahan regulasi.
B. Manfaat In House Training (IHT)
1. Bagi Guru
-
Meningkatkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian.
-
Mendapat pemahaman lebih mendalam tentang kurikulum, perencanaan pembelajaran, dan asesmen.
-
Meningkatkan kemampuan menyusun perangkat pembelajaran secara sistematis.
-
Memperoleh keterampilan baru dalam penggunaan media dan teknologi pembelajaran.
-
Meningkatkan motivasi dan semangat mengajar.
-
Memperluas wawasan dan kompetensi untuk menunjang PKG dan PKKM.
-
Mempermudah melaksanakan pembelajaran yang aktif, kreatif, kolaboratif, dan menyenangkan.
2. Bagi Madrasah
-
Meningkatkan mutu pembelajaran dan pelayanan pendidikan.
-
Terwujudnya penyelarasan visi, misi, dan budaya kerja madrasah.
-
Meningkatkan kualitas perencanaan dan administrasi pembelajaran secara merata.
-
Memperkuat program peningkatan mutu internal madrasah.
-
Meningkatkan citra positif madrasah di masyarakat.
3. Bagi Peserta Didik
-
Mendapat layanan pembelajaran yang lebih berkualitas.
-
Mengalami pembelajaran yang lebih aktif dan bermakna.
-
Mendapat asesmen yang objektif dan mendukung perkembangan karakter serta kompetensi.







.png)





